Kembara Anak Jalanan
roda zaman berputaran
masih ada juga insan mengitari jalanan
saat kaki terlanjang menelusuri kerikil perjuangan
bersenandung semangat dalam panas dan hujan
berdendang tentang penderitaan
puisi hiba menjadi pengalas santapan
debu dan dingin menyelimuti diri
Sebelah lengan pengalas mimpi
saat tulang belulang digigit kedinginan
saat kering kulit dimamah terik mentari
hanya senandung bisu
dan ngeran munajat
menguatkan semangat kehidupan
semut api teman setia di waktu igauan
tikus mondok kerap juga bertandang
mungkin bertanya khabar
mungkin mengintai sisa makanan
aku sering bertanya
apa bedanya
aku dan kamu
dalam perjuangan penghidupan
hidup ini perjuangan
kembara si anak jalanan
bersenandung dalam tangisan
kepiluan yang tidak kedengaran
hilang dalam keramaian
saat ada yang bersenandung dalam
kemunafiqan
derajat sosial mungkin berbeda
tapi mungkin tidak di mata Tuhan
lupakah kalian...?
***terimakasih kepada Tuan/Puan Anonymous kerana sudi berkongsi ilham.

..mantap...
ReplyDelete...terimakasih... ✿◕ ‿ ◕✿
Delete