Friday, May 02, 2014

Fenomena Punggok Dan Rembulan

Malam beranjak
getar resah
debar gelisah
Menyusuri denai senja
sebuah lagi sketsa
menjalar suka duka semasa
Di dada dunia
menjejaki kembali
malam yang sepi
Rembulan tetap di sini
kembali membilang bilah-bilah bayangan
kembali mencantas dahan-dahan kenangan
yang ternyata hanya khayalan
Malam menyapa bulan nan kelam
berbisik seluruh sabda alam
terpana...
kalimah sang punggok merayu
syahdu...
rembulan dibius bisu... sendu...
Seketika...
di dadamu...rembulan rebah
dingin bayu mula membias resah
Punggok bertemankan sepi
melagukan suara hati
rindunya mengayun malam
hanya untuk rembulan
Punggok...
tidak ia diam hanya mematung malam
demi sebuah rembulan

Ilham : Sutera Kasih

No comments:

Post a Comment