Temaram senja...
membiaskan kenangan
di layar ingatan
seberkas rindu
mengisi ruang kalbu
Aku tetap di sini
Seperti senja yang setia
mengiringi malam pada kesepian
Rembulan...
telah membawaku ke sini
mendakap malam sepi
pada sebuah kehilangan
airmata mengajarku erti ketabahan
dan kini...
aku mula mengerti
bersendiri dalam rimba puisi
adalah sebahagian dari hidup ini
Aku, kamu, dan kenangan
masih bersemayam
di sebuah tempat yang damai
jauh di lubuk hatiku
Di kejauhan malam...
Sebelum lelap menyergap
biarlah tubuh lelah ini bersujud mengucap....
aku tidak punya mantera yang bisa
mengembalikanmu ke sini
tapi aku punya serangkai doa
yang selalu mengawasimu di sana
~ salam kasih
~ selembut sutera
rimbunan doa
ReplyDeletesalam selayang kasih
adalah ingatan paling bermakna
mencoret citra kenangan
mengkias lantunan kata
rimba puisimu indah bermadah mutiara
andai lelah
di antara jalan dan kembara
berihatlah seketika cuma
mengumpul kekuatan
memperelok langkah seterusnya
meredah cahaya buana
menikmati anugerah pencipta maya
walau calar tersandung akar belukar
walau diluka duri meliar
kehidupan harus diteruskan
hingga kembara sempurna tujuan
mungkin aku masih terperangkap
ReplyDeletedalam memori kecil
di kamar kenangan
yang tidak bisa ku lepaskan
dalam keterasingan
aku lelah mengusung jarak
celaru disekat waktu
aku pasrah
jika satu hari nanti
kembaraku hampa
rimba puisiku termakan dek usia
tintaku merenta
kertas melapuk
aksara tidak lagi sekata
hati kehilangan suara
di dada malam
akan ku rebahkan lelah
di peraduan sepi
mencari kembali
semangat jati diri
hingga kembara sempurna tujuan
kehidupan harus diteruskan