Biarkanlah...
bara itu nyala
agar bisa menghangatkan
kaku bahasa perasaan
atau haruskah...
ianya dibiarkan padam
agar bisa lenyap
bahang rindu yang terpendam
agar tidak terpancar
percikkan rawak api cemburu
yang memburu
Bara yang membara...
ku larik alam kembara
selonggok kenangan yang berbahang
menemani dingin resan
untuk aku terus diam...
untuk aku terus diam...
~ Sutera Kasih

dari tepian muara
ReplyDeleteaku masih menyusur
mencari sebuah kepastian
yang semakin jauh
terdampar............
dalam sebuah kolek yang hanyut
dalam kesamaran antara detik
yang tiada pernah terungkai
pada lelagu semalam
yang pernah ku tinggalkan
buat sebuah hati
yang jitu dan murni
tapi aku tersepit
antara onak dan duri
yang mencengkam
seluruh urat nadi ku
dan bersama deraian airmata
sempat ku lambaikan pada mu
bahawa hati yang retak
akan terus hanyut
mencari suatu kepastian
yang kian hilang
dimamah sepi
dan airmata ini
akan terus mengalir
tanpa henti...
buat sebuah memori
terimakasih bulan
biar hanya sekadar
potret penganti diri
cukup membahagiakan...
cukup mengasyik kan
kerna doa ku tulus untuk mu
TUHAN tolong jaga dia untuk ku