Wednesday, December 19, 2012

BARA


Biarkanlah...
bara itu nyala
agar bisa menghangatkan
kaku bahasa perasaan
atau haruskah...
ianya dibiarkan padam
agar bisa lenyap
bahang rindu yang terpendam
agar tidak terpancar
percikkan rawak api cemburu
yang memburu
Bara yang membara...
ku larik alam kembara
selonggok kenangan yang berbahang
menemani dingin resan
untuk aku terus diam...
~ Sutera Kasih

1 comment:

  1. dari tepian muara
    aku masih menyusur
    mencari sebuah kepastian
    yang semakin jauh
    terdampar............
    dalam sebuah kolek yang hanyut
    dalam kesamaran antara detik
    yang tiada pernah terungkai

    pada lelagu semalam
    yang pernah ku tinggalkan
    buat sebuah hati
    yang jitu dan murni
    tapi aku tersepit
    antara onak dan duri
    yang mencengkam
    seluruh urat nadi ku

    dan bersama deraian airmata
    sempat ku lambaikan pada mu
    bahawa hati yang retak
    akan terus hanyut
    mencari suatu kepastian
    yang kian hilang
    dimamah sepi

    dan airmata ini
    akan terus mengalir
    tanpa henti...
    buat sebuah memori

    terimakasih bulan
    biar hanya sekadar
    potret penganti diri
    cukup membahagiakan...
    cukup mengasyik kan

    kerna doa ku tulus untuk mu
    TUHAN tolong jaga dia untuk ku

    ReplyDelete