Lelah
Mengorak langkah kaki
Yang semakin longlai
Semangat mulai tersadai
Lekit keringat membajai
Lemas
Merenangi kumbahan
lumpur bimbang
Mandam kegundahan
bergelumang
Rimas
Tika paradigma meranjau di huma diri
Tertipu oleh silau bayangan hati
Di antara candra insani
Cemas
Tika mengintai di balik jendela bahasa
Bergemeresik bisik goresan kekata
Anugerah aksara penuh makna
Hadir seketika cuma
Hadir seketika cuma
Bicara puisi-puisi syahdu
Tika ilham dan hati bersepadu
Merangkai nada-nada murni
Bertaut kembali pada realiti..
dan aku...
seolah-olah memahami
dan aku...
seperti mengerti
No comments:
Post a Comment