(setelah ku susuri separuh dari hidupku bersama seorang Adam)
Di sela-sela nafasku
membungkam gerhana hati
Aku seakan ingin meraung
pada dada awan
pada hamparan alam
Di bianglala malam...
Aku menjaring haruman
cempaka bicara
yang kini hanya berbau
hapak dan berjelaga
Di gerbang keberahianmu...
kau semakin ghairah
bertandak mengikut rentak
irama nafiri
yang sumbang dan ngeri
Tanpa kau peduli
racun di hujung belati
kau tusuk berkali-kali
pada sekeping hati...
bersepadu dalam darah
hingga bengkak bernanah
Aku seorang hawa...
yang tidak bisa berbuat apa
Adam yang dulu satria pembela
Aku rebah dalam kasturi janji setia
Kini...
biarpun telah dimamah usia
tetap gah memburu dosa...
Aku seorang hawa..
yang tidak bisa berbuat apa
telah lunyai impian sejarah
Letih berzikir getar suara
Moga cendana iman
tidak mudah dipersenda
Qiam beristikharah..
aku redha dan pasrah...
No comments:
Post a Comment